Training Inspiratif ZERO to HERO Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjai Luar Biasa
Bersama: Solikhin Abu 'Izzuddin & Team
“Jangan sampai kita mati tanpa meninggalkan jejak-jejak sejarah dalam hidup kita... Berprestasi di tengah keterbatasan adalah kepahlawanan dalam bentuk yang lain...”
Berhitung….Mulai ! Kalau dihitung-hitung, masing-masing waktu kita sama : 60 detik dalam 1 menit, 60 menit dalam 1 jam dan 24 jam sehari, 7 hari sepekan dan seterusnya. Anda hitung sendirilah waktu Anda. Namun kata Imam Al Ghazali, kalau orang umurnya 60 tahun rata-rata dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun ia telah tidur 20 tahun. Luar biasa…banyak banget tidurnya. Prestasinya mana…? Itulah kebanyakan manusia. Apakah termasuk kita? Kita akui, kita orang biasa. Banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan de el el. Itu bukan masalah. Bagaimana di tengah keterbatasan itu kita dahsyatkan diri agara lahir prestasi tinggi. Zero to Hero ! Kita semua berangkat dari ZERO, nol, tak tahu apa-apa, tak punya apa-apa. Namun, sejarah mencatat, banyak orang besar lahir di tengah himpitan kesulitan bukan buaian kemanjaan.
- Mereka besar dengan mengurangi jam tidurnya.
- Mengurangi tidur malam untuk bangun sholat malam.
- Sedikit canda untuk rasakan nikmatnya ibadah.
- Menahan diri dari maksiat biar tubuhnya tetap sehat.
- Bercerminlah
- Salah satu cara menghasilkan kebaruan dalam hidup kita adalah dengan bercermin. Ya cermin. Karena cermin itu polos, jujur, sportif, menyampaikan data apa adanya. Ia juga menutup aib kita dari orang lain. Maka, jangan salahkan cermin bila kita mendapati keburukan muka kita. Jangan dibelah atau dipecah. Cermin tak salah.
Di dalam buku ZERO to HERO kita bisa bercermin. Buku ini bukan buku cerita meski di dalamnya banyak berkisah tentang orang-orang biasa yang sukses meledakkan dirinya dengan prestasi yang “luar biasa”. Kisah-kisah itulah cermin hidup kita. Mereka orang biasa. Mereka terbatas. Di tengah keterbatasannya jiwa mereka tergugah untuk tampil menyejarah. “Dan di dalam kisah itu terdapat pelajaran bagi orang-orang berpikir.” Agar Buku dan Training Bermanfaat Agar bermanfaat, tentu sebuah buku tak cukup hanya dibaca. Perlu dikaji kata-katanya. Diserap hikmahnya. Digali kekuatan tersembunyinya. Lalu gunakan untuk meledakkan kebaruan dalam hidup kita. Buku ZERO to HERO ini menjadi panduan training untuk Mendahsyatkan Pribadi Biasa menjadi Luar Biasa. Tapi ingat dan hati-hati, biasanya sehabis ikut training kita semangat, tapi tak berapa lama kita loyo lagi, hilang motivasi, error dan seolah training tinggal training tak berbekas sama sekali. Mengapa itu terjadi? Sebab kita tak serius mengambil manfaat, tak terus menjaga semangat, tak mengurus diri dengan cermat. “Ihris ‘alaa maa yanfa’uka... Carilah apa yang bermanfaat bagimu.” Begitu pesan Nabi. Ketahuilah, sebuah buku maupun training tak bisa berdiri sendiri. Pasti terkait dengan buku-buku lain. Saat membaca, hubungkan dengan wawasan yang kita. Hasilkan gagasan-gagasan baru dan cemerlang. Bangunkan jiwanya. Gugah obsesinya. Tata hari-hari kita. Titi langkah kita. Raih prestasi kita. Jaga komitmennya. Wujudkan tujuan-tujuannya. Dan tetap ikhlas dan bersyukurlah bila Allah anugerahkan karunia-Nya. Berhenti di sini? No way! Tidak. Tularlan kebaikan. Jadikan diri Anda pintu kebaikan orang lain. Raih nilai lebih. Panjangkan usia, dengan ilmu yang bermanfaat. Gandakan umur dengan banyak bertutur. Perbanyak bekal di alam kubur. Seperti nasihat 'Aidh Al Qarni, “Ketika mutiara diambil dari cangkangnya ia akan bernilai tinggi, dan ketika air mengalir, ia akan memberi manfaat sekitarnya.” Selanjutnya bangun cita-cita mulia agar semua kebaikan menjadi modal agar kita dimasukkan ke surga oleh Allah, sebab kita nggak bisa dan nggak boleh masuk surga sendiri slonong boy. Mari kita simak pesan Umar bin Abdul Aziz, “Sungguh saya memiliki jiwa perindu. Jiwa merindukan kepemimpinan maka saya mendapatkannya, merindukan khilafah maka saya meraihnya, dan sekarang jiwa itu merindukan surga.”
Bismillah, kita melangkah. Training ini membawa Anda agar : - memiliki motivasi yang benar dan besar dalam hidup,
- memiliki cara pandang positif menghadapi kehidupan,
- menuntun Anda memiliki cita-cita besar,
- mengenali sifat-sifat positif untuk ditumbuhkan dan dikembangkan,
- mengenali sifat-sifat negatif untuk dikikis dan dihilangkan,
- membantu Anda mencari alur bagaimana meraih sukses dan bahagia,
- memiliki cara-cara yang tepat dan akurat untuk menggali potensi diri
- dan melejitkannya untuk meraih prestasi,
- selalu mengefektifkan dan mengefisienkan waktu untuk meraih prestasi,
- tidak menyia-nyiakan momentum dan kesempatan,
- selalu berpikir dan bekerja keras untuk mengembangkan diri,
- menyusun rencana hidup untuk melahirkan amal-amal unggulan
- dan jangan menyerah menghadapi masalah sebelum mencetak sejarah.
Dalam menghadapi masalah dan tantangan hidup, manusia dibadi menjadi 3 tipe: - Quitters, yang pingin cepat sampai
- Campers, mau cari tempat yang aman-aman dan santai saja
- Climbers, pendaki sejati yang ingin selalu happy full prestasi
Para Climbers, pendaki sejati itulah yang memiliki KARAKTER HERO. Siapakah mareka? - Atsbatuhum Mauqifan, paling kokoh sikapnya
- Arhabuhum Shadran, palling lapang dadanya
- A'maquhum Fikran, paling dalam pemikirannya
- Ausa'uhum Nazharan, paling luas cara pandangnya
- Aslabuhum Tanzhiman, paling solid dalam penataan organisasi
- Ansyatuhum Amalan, paling rajin dalam beramal
- Aktsaruhum Naf'an, paling banyak berikan manfaat
Salam Dahsyat. ZERO to HERO. Mau lebih dahsyat, Call TLC untuk selenggarakan training Dahsyat dan Inspiratif ZERO to HERO.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar